jemarisakato.org, Mentawai – Kolaborasi lintas sektor dalam GREAT Mentawai terus diperkuat guna memastikan pelaksanaan program berjalan optimal dan inklusif. Salah satu langkah strategis yang dilakukan dalam mendorong integrasi data penyandang disabilitas melalui kerja sama antara organisasi nonpemerintah dan pemerintah daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Hal ini bertujuan untuk mengintegrasikan data disabilitas dalam membangun basis data yang akurat, valid, dan mutakhir, sehingga pemenuhan hak dasar penyandang disabilitas mulai dari akses layanan sosial, pendidikan, administrasi kependudukan, maupun dalam sistem penanggulangan bencana dapat terjamin secara berkelanjutan.
Pada awal Maret lalu, Center for Disaster Risk Management and Community Development Studies (CDRM & CDS) Universitas HKBP Nommensen salah satu NGO yang berkegiatan di Mentawai, bersama JEMARI Sakato melakukan forum diskusi berbagi data disabilitas. Kegiatan ini melibatkan berbagai NGO yang aktif berkegiatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, serta sejumlah perangkat daerah seperti, Dinas Sosial, Dinas kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), DPMDP2KB, serta perwakilan desa dampingan.

Dalam kegiatan ini, masing-masing lembaga memaparkan kondisi dan cakupan data penyandang disabilitas yang mereka miliki. Hasilnya menunjukkan masih adanya perbedaan data antarlembaga, baik dari sisi jumlah maupun kategori hambatan disabilitas serta cara dan teknik pendataan. Perbedaan ini dipengaruhi oleh variasi pendekatan ataupun fokus intervensi masing-masing lembaga dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Meskipun begitu, kondisi ini menjadi sebuah peluang untuk memperkuat sinergi dan advokasi kebijakan. Integrasi data yang lebih baik dapat mendorong lahirnya kebijakan yang lebih responsif serta program yang dilakukan tepat sasaran bagi penyandang disabilitas di Mentawai.
Melalui diskusi yang dilakukan, kondisi ini menjadi catatan penting bahwasanya pengarusutamaan isu disabilitas perlu dimulai dari tingkat desa. Hal ini dapat dilakukan dengan penguatan forum disabilitas, penyusunan regulasi yang inklusif, serta pelibatan penyandang disabilitas untuk memastikan tidak ada yang tertinggal dalam pembangunan.
Dalam konteks risiko bencana dan dampak perubahan iklim, kelompok rentan termasuk penyandang disabilitas, sering kali menjadi pihak yang terdampak. Data yang akurat berpotensi menghambat proses evakuasi, distribusi bantuan, hingga pemulihan pascabencana.
Melalui forum ini, seluruh pihak sepakat bahwa integrasi data bukan sekadar kebutuhan administratif saja, tetapi bisa menjadi fondasi utama untuk mewujudkan pembangunan pemerintah yang inklusif. Sehingga, kolaborasi ini bisa terus dilakukan sehingga sinkronisasi data disabilitas antardesa, dinas, serta lembaga terkait bisa diselaraskan dan saling memperkuat fungsinya masing-masing.
Penulis: Ulfa Azizah Febryzalita
Kunjungi media sosial JEMARI Sakato lainnya,
Instagram: @jemari.sakato
Facebook: JEMARI Sakato
Linkedin: JEMARI Sakato
Youtube: JEMARI Sakato