jemarisakato.org, Kabupaten Agam – Sebanyak 90 kader aktif dari 18 Posyandu di Nagari Canduang Koto Laweh mengikuti Pelatihan Peningkatan 25 Kompetensi Inti Kader Posyandu yang digelar Pemerintah Nagari bersama JEMARI Sakato di Aula Kantor Wali Nagari Canduang Koto Laweh, Juni lalu. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari Dinas Kesehatan Kabupaten Agam.
Workshop ini merupakan bagian dari Program PRIME (Rural Health Improvement Through Mentoring Empowerment)yang dijalankan JEMARI Sakato dengan dukungan pendanaan Pemerintah Swiss melalui Program Hibah Mikro the Swiss Confederation, yang diwakili oleh Federal Department of Foreign Affairs (FDFA),Kedutaan Besar Swiss di Indonesia. Program ini bertujuan untuk memberdayakan kader, penguatan posyandu, dan optimalisasi Pos Kesehatan Nagari (Poskesri) sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan dasar tingkat desa.
Penguatan kapasitas kader posyandu sesuai dengan standar yang dikembangkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Pendekatan sistem Supervisi Suportif menjadi salah satu indikator yang harus diperhatikan untuk menguatkan pelayanan kesehatan primer berbasis siklus hidup. Dalam hal ini, terdapat sebanyak 25 kompetensi yang ditetapkan agar bisa dipenuhi oleh kader posyandu.
Hingga saat ini, Nagari Canduang Koto Laweh memiliki 18 Posyandu dengan 90 kader aktif. Namun, berdasarkan pre-assessment yang sudah dilakukan sebelumnya, masih terdapat kebutuhan dalam penguatan kapasitas kader untuk dapat memenuhi 25 kompetensi yang menjadi standar. Peningkatan kapasitas ini dilakukan agar pelayanan kesehatan yang diberikan dapat berjalan sesuai standar dan kebutuhan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup.
Pada kegiatan tersebut, dirincikan lima kelompok kompetensi yang perlu dikuasai oleh kader posyandu, yaitu keterampilan pengelolaan posyandu, keterampilan bayi dan balita, keterampilan ibu hamil dan menyusui, keterampilan usia sekolah dan remaja, serta keterampilan usia produktif dan lansia. Melalui indikator yang nantinya ditetapkan, kader posyandu yang sudah menguasai beberapa keterampilan tertentu akan dikategorikan pada tiga kecakapan kader, yaitu Kader Purwa, Kader Madya, dan Kader Utama.
Sehingga, melalui kegiatan ini, kader posyandu memiliki capaian yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kapasitas mereka terhadap 25 Kompetensi Inti yang ditetapkan. Dengan meningkatnya kapasitas yang dimiliki kader, akan terdapat dukungan kesiapan kader Posyandu dalam Implementasi Layanan Primer (ILP) di Nagari Canduang Koto Laweh, Kabupaten Agam.
Sebagai tindak lanjut kegiatan Workshop Capacity Building 25 Kompetensi Posyandu, bidan akan melakukan mentoring dengan pendekatan supervisi suportif kepada kader posyandu pada saat hari buka masing-masing posyandu serta dampingan kepada teman sejawat oleh kader level utama kepada kader yang masih di level purwa dan madya.
Penulis: Ulfa Azizah Febryzalita
Kunjungi media sosial JEMARI Sakato lainnya,
Instagram: @jemari.sakato
Facebook: JEMARI Sakato
Linkedin: JEMARI Sakato
Youtube: JEMARI Sakato