JEMARI Sakato

collapse

Perkuat Daya Saing UMKM, GREAT Mentawai Tingkatkan Kapasitas Pelaku Usaha Hadapi Risiko Bencana

2026-07-27  JEMARI Sakato  43 views

jemarisakato.org, Kabupaten Kepulauan Mentawai – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Tangguh menjadi salah satu fokus Program GREAT Mentawai. Dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat.  Bagi JEMARI Sakato, ketangguhan desa tidak hanya diukur dari kesiapsiagaan menghadapi bencana, tetapi juga dari kemampuan pelaku usaha mempertahankan dan memulihkan usahanya ketika setelah terjadinya bencana.

Selama dua tahun pendampingan, pelaku UMKM di Desa Sidomakmur dan Desa Matobe telah difasilitasi untuk menyusun Rencana Kerja Usaha (RKU) dan Business Continuity Plan (BCP), serta dibekali ilmu terkait literasi keuangan dan pendampingan SIPIMAKE (Simpan Pinjam Mandiri Kelompok). Dokumen tersebut menjadi acuan bagi pelaku usaha untuk memetakan kondisi usaha, mengenali risiko yang dihadapi, serta merancang strategi pengembangan dan pemulihan usaha.

Meskipun demikian, berbagai tantangan masih dihadapi pelaku UMKM. Pengelolaan usaha yang belum optimal, keterbatasan akses pasar, serta belum terbangunnya rantai pasok yang efisien menjadi faktor yang memengaruhi daya saing usaha.

Untuk menjawab tantangan tersebut, JEMARI Sakato menyelenggarakan Workshop Penguatan Pelaku UMKM Tangguh pada 16-17 Juli di Graha Viona, Sipora Jaya, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus pembelajaran (learning from practice) bagi pelaku usaha untuk meninjau kembali RKU dan BCP yang telah disusun serta memperkuat kapasitas mereka dalam mengelola usaha secara berkelanjutan.

Workshop ini menghadirkan langsung perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat. Selain itu, juga dihadirkan fasilitator dari kalangan akademisi, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), serta pelaku usaha kedua desa.

Dalam materi yang disampaikan oleh Rina Morita, perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat, terdapat beberapa kebijakan dalam pengembangan UMKM dan penguatan kapasitas pelaku usaha. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 yang mengklasifikasikan UMKM berdasarkan aset dan omzet usaha. Sumatera Barat saat ini masih didominasi oleh usaha mikro yang sebagian besar pelaku usahanya berasal dari Mentawai. Selain itu, untuk memaparkan kebijakan, peserta diajak mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi dalam mengembangkan usaha. Diskusi tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar penyusunan strategi pengembangan usaha yang lebih adaptif terhadap perubahan kondisi pasar maupun risiko bencana.

Pada sesi berikutnya, akademisi, Ferdinal Asful membagikan berbagai praktik baik dari pelaku UMKM yang berhasil mengembangkan usahanya secara mandiri setelah melalui proses pendampingan. Pengalaman tersebut menjadi inspirasi dan memberikan motivasi kepada pelaku usaha untuk terus melaksanakan kegiatan mereka.

Sebagai bagian dari proses pembelajaran, pelaku usaha diminta kembali mengidentifikasi profil usaha, mengidentifikasi kekuatan, tantangan, dan peluang yang dimiliki, kemudian mempresentasikan produk mereka di hadapan peserta lainnya. Kegiatan ini menjadi sarana untuk melatih kemampuan komunikasi, promosi, dan pemasaran produk sekaligus memperkuat kepercayaan diri pelaku usaha.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai pengelolaan rantai pasok (supply chain) agar mampu memahami alur penyediaan bahan baku hingga produk sampai ke tangan konsumen secara lebih efektif dan efisien.

Di akhir kegiatan, pelaku usaha menyusun rencana pengembangan kapasitas yang akan dilakukan sesuai kebutuhan, termasuk pelatihan yang dapat mendukung peningkatan kapasitas produk, pemasaran, public speaking, maupun pengelolaan usaha secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, JEMARI Sakato berharap pelaku UMKM tidak hanya mampu meningkatkan daya saing usahanya, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menghadapi risiko bencana yang dapat mengganggu keberlangsungan usaha. Dengan hal tersebut, UMKM di desa mampu tumbuh menjadi lebih tangguh, adaptif, dan berkelanjutan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai. 

Penulis: Ulfa Azizah Febryzalita

Kunjungi media sosial JEMARI Sakato lainnya,                                                                                
Instagram: @jemari.sakato                                                                                             
Facebook: JEMARI Sakato                                                                                          
Linkedin: JEMARI Sakato                                                                                          
Youtube: JEMARI Sakato  


Share: