TUAPEJAT, KEPULAUAN MENTAWAI — Menghadapi tingginya kerentanan geografis terhadap bencana alam dan dampak perubahan iklim, JEMARI Sakato bersama Arbeiter-Samariter-Bund (ASB) Southeast Asia Partnership dan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri, menggelar Workshop Penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) Program GREAT Mentawai Tahun 2026 pada Jumat (28/8/2026) bertempat di Aula Kantor Bupati Kepulauan Mentawai.Pertemuan yang berlangsung secara hybrid (luring dan daring) ini bertujuan menyelaraskan target program regional GREAT (Gender Responsive and Inclusive Regional Adaptation for Disaster and Climate Change Adaptation) dengan arah kebijakan pembangunan daerah, khususnya dokumen RPJMD Kabupaten Kepulauan Mentawai 2025-2029 dan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes).
Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama (Kapus Fasker) Sekretariat Jenderal Kemendagri, Ahmad Fajri, menggarisbawahi bahwa kemitraan strategis dengan lembaga non-pemerintah harus memberikan dampak nyata. Mengacu pada Permendagri No. 25 Tahun 2020, program kerja sama daerah dengan lembaga asing tidak boleh sekadar formalitas tahunan, melainkan harus meninggalkan kemandirian masyarakat serta memastikan kesetaraan akses bagi kelompok disabilitas, lansia, dan perempuan sejak tahap perencanaan hingga monitoring program. Hal tersebut diperkuat oleh perwakilan Ditjen Bina Pemdes Kemendagri, Anindito W., yang menekankan enam strategi kunci pembangunan desa tangguh, termasuk tata kelola inklusif dan perencanaan berbasis data pilah rentan yang valid.
Mewakili Bupati dan Sekretaris Daerah, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kepulauan Mentawai, Arsenius, S.Pd., M.M., secara resmi membuka acara dan menyambut baik kolaborasi ini. Di tengah potensi risiko bencana geologis seperti megathrust maupun bencana hidrometeorologi rutin, keterlibatan aktif kelompok rentan menjadi pondasi utama dalam sistem mitigasi dan kesiapsiagaan di tingkat tapak.
Sepanjang tahun 2025, Program GREAT telah mencatatkan berbagai capaian strategis di empat desa dampingan, Sipora Jaya, Sido Makmur, Matobe, dan Sioban:
- Integrasi Kebijakan Desa: Penyusunan Rencana Aksi Komunitas (RAK) di 4 desa yang berhasil meloloskan 12 kegiatan ketangguhan bencana ke dalam dokumen RKPDes.
- Kelembagaan & Kesiapsiagaan: Pembentukan Forum Inklusi Desa, pendataan terpilah 473 individu kelompok berisiko (disabilitas, lansia, perempuan rentan), serta penyusunan dan uji rencana kontinjensi banjir di Desa Sido Makmur dan Matobe.
- Ketahanan Ekonomi & Lingkungan: Pendampingan 34 pelaku UMKM, penguatan kapasitas unit usaha BUMDes, serta penyusunan rencana aksi pengelolaan air bersih desa tahap awal.
Program Manager GREAT JEMARI Sakato, Cakra Haji, memaparkan bahwa rencana kerja tahun 2026 akan memperkuat intervensi di tingkat tapak hingga kabupaten. Prioritas kerja mencakup penguatan legalitas Forum Disabilitas Kabupaten, pembaruan data terpilah berbasis kader desa, pendampingan pertanian adaptif iklim bebas pupuk kimia melalui kelompok PKK/Dasa Wisma dan Sekolah Lapang, penyediaan sarana air bersih di dua desa, hingga advokasi Peraturan Desa mengenai perlindungan lingkungan dan penanggulangan bencana.
Perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Joni Frenky, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat esensial di tengah keterbatasan fiskal daerah. Berdasarkan evaluasi kebencanaan sepuluh tahun terakhir dan dampak banjir hidrometeorologi akhir 2025 lalu, keselarasan program non-pemerintah dengan visi Misi 3, 4, dan 5 RPJMD Mentawai, terutama terkait ekologi, kearifan lokal Arat Sabulungan, serta ketangguhan infrastruktur, menjadi pilar kunci dalam mendukung pengembangan kawasan pertumbuhan ekonomi daerah.
Rangkaian lokakarya ditutup dengan penyerahan Laporan Capaian Program GREAT Tahun 2025 kepada Pemkab Mentawai serta penandatanganan Berita Acara komitmen bersama oleh dinas terkait (Dinas PMD P2KB, BPBD, Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan/Koperindag, DLH, Satpol PP), pihak kecamatan, dan pemerintah desa untuk penyempurnaan dokumen RKT 2026.
Penulis: Affifa Syah Raudhatul Jannah
(Media and Communication Officer-JEMARI Sakato)
Kunjungi media sosial JEMARI Sakato lainnya:
Instagram: @jemari.sakato
Facebook: JEMARI Sakato
Linkedin: JEMARI Sakato
YouTube: JEMARI Sakato