JEMARI Sakato

collapse

Perkuat Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Bencana melalui KSB

2026-07-20  JEMARI Sakato  253 views

jemarisakato.org, Kabupaten Kepulauan Mentawai – Kelompok Siaga Bencana (KSB) memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mendukung penyelenggaraan penanggulangan bencana di tingkat desa. Garda terdepan dalam membangun budaya sadar risiko dan kesiapsiagaan masyarakat. Selain menjadi wadah partisipasi masyarakat, KSB juga berfungsi untuk membangun budaya sadar risiko serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.

Di wilayah kepulauan seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai yang memiliki tingkat kerawanan bencana cukup tinggi, penguatan kapasitas anggota KSB menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan. Sehingga, kemampuan anggota dalam melakukan pencegahan, kesiapsiagaan, hingga respons darurat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana.

Sebagai bagian dari Program GREAT Mentawai, JEMARI Sakato terus mendampingi KSB Desa Matobe melalui berbagai kegiatan penguatan kapasitas. Salah satunya melalui pertemuan KSB yang dilakukan pada akhir Juni lalu di Aula Desa Matobe. Kegiatan ini dilakukan untuk mempererat koordinasi antaranggota, melakukan refleksi terhadap peran dan kegiatan yang telah dilaksanakan, serta mengidentifikasi kebutuhan pengembangan kapasitas KSB ke depan.

Kepala Desa Matobe, Wisman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir dan berharap pertemuan KSB ini tidak hanya menjadi dokumen administrasi saja, tetapi juga dapat mewujudkan aksi nyata secara langsung di lapangan untuk memberikan perlindungan kepada seluruh masyarakat, termasuk kelompok rentan. 

Selain itu, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Jan Taileleu, menyampaikan agar dapat memanfaatkan forum KSB sebagai media berbagi pengalaman. “KSB menjadi salah satu upaya mewujudkan Desa Tangguh Bencana yang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintahan desa saja, tetapi harus melibatkan seluruh unsur masyarakat. Sehingga KSB harus dapat dimanfaatkan oleh anggotanya untuk berbagi pengalaman, menyampaikan kendala, serta mencari solusi terhadap kebencanaan di Desa Matobe,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, fasilitator JEMARI Sakato, Lugi Mardion Putra, memaparkan kembali mengenai indikator Desa Tangguh Bencana (DESTANA) untuk dapat menjadi dasar identifikasi oleh KSB sesuai dengan kondisi yang ada di desa mereka. Selain itu, juga terdapat pembagian peran kepada semua anggota KSB sehingga mereka dapat memahami tanggung jawab sebelum, saat, dan setelah terjadinya bencana.

Melalui pembagian peran tersebut, diharapkan setiap anggota memiliki pemahaman yang sama mengenai fungsi dan tugasnya ketika menghadapi situasi darurat, sehingga proses penanganan bencana dapat berlangsung lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif. 

Sebagai tindak lanjut, semua peserta yang hadir mendiskusikan kegiatan yang akan mereka lakukan ke depannya seperti koordinasi dengan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPB) Kabupaten Kepulauan Mentawai, koordinasi dengan pemerintahan desa, kegiatan revitalisasi daerah rawan bencana, dan pembuatan draf peraturan desa sebagai acuan dalam pengurangan risiko bencana. 

Penulis: Ulfa Azizah Febryzalita

Kunjungi media sosial JEMARI Sakato lainnya,                      
Instagram: @jemari.sakato                                                                                       
Facebook: JEMARI Sakato                                                                                    
Linkedin: JEMARI Sakato                                                                                    
Youtube: JEMARI Sakato  


Share: